Peristiwa

Praktek Judi dan Prostitusi Marak, MUI dan Sejumlah Ormas Islam Temui Bupati Pakpak Bharat



Praktek Judi dan Prostitusi Marak, MUI dan Sejumlah Ormas Islam Temui Bupati Pakpak Bharat
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pakpak Bharat dan sejumlah Organisasi Massa berbasis Islam di wilayah Pakpak Bharat beraudiensi dengan Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor. Pertemuan yang digelar di Aula Rumah candu, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Pakpak Bharat di Salak ini guna membicarakan beberapa permasalahan serta menyampaikan dukungan MUI Pakpak Bharat serta Ormas-Ormas Islam yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.

Disamping hal ini MUI Pakpak Bharat bersama sejumlah ormas lainnya berharap agar Pemerintah dalam hal ini Bupati Pakpak Bharat memberikan perhatian khusus terhadap maraknya sejumlah penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Hal ini diungkapkan Ketua MUI Kabupaten Pakpak Bharat Ust Malindung Capah SAg di hadapan Bupati Pakpak Bharat.

Baca Juga : Polisi Sergap Seorang Pelaku Komplotan Curanmor di Jalan Sutrisno Medan

"Kami pada prinsipnya sangat mendukung upaya Pemerintah, Bapak Bupati dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat ini, maraknya kegiatan prostisusi khususnya di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe bahkan disinyalir telah merembet kewilayah Kecamatan Siempat Rube, Salak dan Kecamatan lainnya telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya umat Islam."

"Di samping itu adanya praktek-praktek judi baik yang dilakukan secara online ataupun bentuk judi lainnya juga telah menimbulkan keresahan bagi kami masyarakat Pakpak Bharat, kami mohon perhatian serius dari Pemerintah dalam hal ini Bapak Bupati dalam menyikapi hal ini," papar Malindung.

Malindung melanjutkan, pasca ditutup beberpa tahun lalu tepatnya di tahun 2018, kawasan yang sering dijadikan sebagai tempat prostitusi yakni Dusun Buluh Didi di Desa Tanjung Mulia. "Kini kwasan itu kembali ramai dengan hadirnya kembali para pelaku usaha illegal yang membangun rumah-rumah penginapan di wilayah itu, tentunya sangat mencoreng wajah Pakpak Bharat di mana kawasan ini adalah sebagai pintu masuk Kabupaten kita," ujar Malindung.


Tag: