Peristiwa

Penyuluh Kemenag Samosir Berikan Materi Kursus Persiapan Perkawinan Katolik



Penyuluh Kemenag Samosir Berikan Materi Kursus Persiapan Perkawinan Katolik
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - “Perkawinan membentuk sebuah persekutuan keluarga. Suami dan istri perlu mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan dari pengenalan ini adalah agar dalam kehidupan keluarga tidak ada keraguan dan tanda tanya akan sikap pasangan masing-masing,” demikian disampaikan oleh Berman Simanullang kepada peserta Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK), di Aula Gereja Paroki St. Mikhael, Pangururan, Samosir, akhir pekan ini.

“Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, termasuk pasangan kita. Setiap kita perlu mengetahui kelebihan, keunikan dan kekurangan pasangan kita. Kita melengkapi kekurangan pasangan kita dan kita membantunya untuk mengembangkan kelebihannya agar keluarga kita bisa aman, sejahtera dan maju dalam berbagai aspek misalnya aspek rohani, sosial kemasyarakatan dan ekonomi,” ujar Berman, dilansir dari Sumut.kemenag.go.id, Minggu (12/09/2021).

Untuk menghadapi masalah dalam keluarga, sebutnya, setiap pasangan mesti memiliki komitmen untuk menghadapi masalah tersebut bersama-sama dalam suasana keterbukaan, kejujuran dan kerendahan hati. Pada sesi selanjutnya, Berman menjelaskan Liturgi Perkawinan Katolik kepada peserta KPPK.

Baca Juga : Aulia Rachman Bekali Mahasiswa Unika Santo Thomas tentang Kebanggaan Berbangsa dan Bernegara

Keluarga Katolik yang baik, imbuhnya, perlu mendapatkan peneguhan dari Allah dalam liturgi perkawinan Katolik. "Kehidupan Keluarga terasa mantap jika diawali dengan sebuah ritus perkawinan yang anggun, sederhana dan hikmat. Liturgi perkawinan yang anggun, sederhana dan hikmat butuh persiapan yang matang dari setiap orang yang terlibat di dalamnya khususnya pasangan pengantin,” tegas Berman.

Dia pun mengingatkan kepada para calon pengantin, yang perlu dipersiapkan antara lain cincin pernikahan, perlengkapan rohani seperti Kitab Suci, Rosario, Salib dan Patung Keluarga Kudus. Selain itu, pasangan pengantin perlu mengetahui urutan dan tata gerak serta kata-kata yang diucapkan dalam liturgi perkawinan. “Untuk menguasai hal-hal ini dibutuhkan latihan yang serius,” kata Berman dengan tegas.

Kegiatan KPPK Paroki Santo Mikhael Pangururan kali ini diikuti oleh 5 pasang calon suami istri. Berman Manullang adalah penyuluh agama Katolik non-PNS pada Kementerian Agama Kabupaten Samosir. (BS09)


Tag: