Peristiwa

Modus Prostitusi Online, 3 Sindikat Perampok Ditangkap Polsek Medan Baru



Modus Prostitusi Online, 3 Sindikat Perampok Ditangkap Polsek Medan Baru
BERITASUMUT.COM/BS04

Beritasumut.com-Unit Reskrim Polsek Medan Baru berhasil menangkap komplotan perampokan bermodus kencan dengan wanita. Tiga dari lima pelaku berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti. Ketiga pelaku yakni Muhammad Syafril Arif Sani (21) warga Jalan Klambir V, Raudatul Hadawiah Nasution alias Bunga (25) warga Jalan Sei Pelita, Sei Mencirim Sunggal dan Andi Pardede alias Botak (21) warga Jalan Gajah Mada.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Irwansyah Sitorus kepada wartawan menjelaskan, peristiwa itu terjadi Sabtu (13/02/2021) sekira pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban melakukan chatting melalui aplikasi Michat dengan pemilik aplikasi atas nama Clarisa. Setelah ngalur-ngidul di dunia maya, korban diduga dirayu untuk berhubungan intim. Alhasil, keduanya bersepakat untuk bertemu di hotel Cherry Garden, kamar 26 yang terletak di Jalan KH Hasyim.

"Atas kesepakatan tersebut korban datang menemui pelaku, sesampai di hotel tersebut korban masuk ke dalam kamar yang telah disepakati," ungkap Iptu Irwansyah Sitorus, Kamis (18/02/2021).

Apes, saat berada di dalam kamar, korban mendapati orang yang berbeda dengan foto yang tertera di aplikasi. "Saat korban masuk kedalam kamar tersebut kondisi kamar dalam keadaan mati lampu. Karena orang yang ditemui korban di dalam kamar, ternyata tidak sesuai dengan foto orang yang berada di aplikasi michat atas nama Clarisa tersebut," lanjutnya.

Tak terima, korban pun menjelaskan kepada dua orang wanita yang berada di dalam kamar, Lia dan Bunga untuk membatalkan perjanjian. Parahnya, kedua wanita tersebut malah memaksa korban untuk membayar Rp 500 ribu sebagai uang pembatalan. "Karena korban tidak mau bayar, akhirnya terjadi percekcokan antara korban dengan pelaku Lia dan Bunga di kamar tersebut," tutur Iptu Irwansyah.

Di dalam kamar, kedua wanita itu melakukan kekerasan terhadap korban. Bunga menendang korban, sedangkan Lia merampas ponsel milik korban. "Kemudian datang teman pelaku yang bernama Arif Sani, Botak dan Sandi ke kamar tersebut. Pelaku Arif Sani dan Sandi juga melakukan kekerasan terhadap korban, sembari berjaga-jaga di pintu dan mengancam korban," sambungnya.

Tak tahan menerima perlakuan para pelaku, korban akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp 400 ribu kepada para pelaku. Namun para pelaku tetap tak terima dan melakukan kekerasan kepada korban. "Saat itu pelaku Bunga merampas sebuah kalung emas milik korban dari lehernya dan langsung pergi," kata Irwansyah.

Aksi kekerasan tak berhenti sampai disitu, para pelaku menyekap korban di dalam kamar. Sementara pelaku lain menunggu kedatangan Bunga yang menjual Kalung emas korban. "Setelah pelaku Bunga datang dan sudah membawa uang sebesar Rp 2.000.000 hasil dari menjualkan kalung emas korban ke toko mas Surabaya di Jalan Sei Sikambing Medan. Pelaku Bunga pun mengembalikan uang sebesar Rp.250.000 dan handphone kepada korban," lanjutnya.

Puas merampas harta benda milik korban, para pelaku memperbolehkan korban untuk pulang. Namun para pelaku Bunga, Lia, Sandi, Botak dan Arif Sani pergi ke lapangan Gajah Mada dan membagi-bagikan uang hasil penjualan kalung emas milik korban tersebut. "Setelah itu Pelaku Bunga, Lia, Sandi dan Botak pergi. Sementara pelaku Arif Sani kembali ke hotel," terang Kanit.

Selagi santai duduk-duduk di depan hotel, nasib apes pun menimpa para pelaku. Keluarga korban yang mendapat informasi dari korban pun mendatangi hotel tersebut dan bertemu dengan Arif Sani. Tak membuang waktu, pihak keluarga pun langsung menghubungi petugas Polsek Medan Baru dan langsung menangkap Arif Sani. "Saat kita amankan, kita berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 700 ribu dari Arif Sani," lanjutnya.

Tak sampai disitu, petugas pun melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua pelaku lainnya. "Saat ini kasus masih kita kembangkan untuk mengejar pelaku lainnya," pungkasnya. (BS04)


Tag: