Peristiwa
Prihatin Aksi Demo Massa Jemaat Peduli Gereja HKBP Pabrik Tenun

Ketum Pakar: Polisi Harus Bertindak Sigap dan Cepat



Ketum Pakar: Polisi Harus Bertindak Sigap dan Cepat
beritasumut.com/BS06
beritasumut.com -Ketua Umum DPP LSM Pakar Indonesia Atan Gantar Gultom angkat bicara mengenai aksi demo yang dilakukan oleh massa mengatasnamakan Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Jalan Pabrik Tenun Medan baru-baru ini.

Atan mengaku, aksi unjuk rasa massa yang juga tercatat sebagai jemaat Gereja Pabrik Tenun dengan berorasi hingga berteriak dan diduga mengeluarkan kata hujatan terhadap sesama jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun sama sekali tidak lagi menghargai sesama umat dalam beribadah.

"Sesama umat beragama kita wajib untuk saling menghormati dan saling menghargai dengan apa yang dilakukan oleh jemaat Gereja HKBP yang mengatasnamakan Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun melakukan unjuk rasa meminta Pendeta Ibu Rumondang Boru Sitorus yang langsung diangkat/dipilih oleh pimpinan gereja itu sendiri, agar angkat kaki dari gereja diduga telah mencoreng tatanan dalam hal saling menghargai dan menghormati sesama umat beragama sangat tidak terpuji," ucap Atan Antar Gultom, Selasa (17/05/2022).

Menurut, Atan Gantar Gultom, seperti aksi unjuk rasa Forum Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun, Minggu tanggal 15 Mei 2022 pukul 10.00 WIB, berteriak - teriak seperti kesetanan dan tidak perduli bahwa tempat itu adalah tempat ibadah.

"Yang lebih ironisnya, bukan rahasia umum lagi jika yang mengkordinir aksi unjuk rasa massa Forum Jemaat Peduli Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan diduga seorang yang mestinya menjadi panutan di gereja tersebut bukan berupaya agar membuat kerusuhan dan suasana gaduh disaat berlangsungnya ibadah," papar Atan.

Untuk itu, sambung Atan Gantar Gultom, sudah semestinya pihak kepolisian agar sigap untuk mengambil tindakan yang cepat dari aksi massa tersebut yang disinyalir sudah menyalahi aturan dan ketertiban.

Karena ada dugaan bahwa massa yang melakoni aksi tersebut dibayar untuk membuat kerusuhan dan ke gaduhan yang di kordinir untuk kepentingan pribadi.

Selain itu juga sambungnya, seperti aksi massa beberapa waktu lalu yang melakukan aksinya tidak ada mematuhi aturan aksi dan rute serta pemberitahuaan aksi kepada pihak kepolisian dengan semestinya.

Di mana massa aksi begitu ramai hingga mencapai kisaran 300 orang tanpa pengawalan dari pihak kepolisian agar tidak melakukan pengerusakan fasilitas umum dan terjadi penganiayaan terhadap seorang Aktivis Pakar.

"Tetapi dari pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Baru terkesan tidak peduli. Sehingg dalam aksi tersebut terjadi insiden penganiayaan terhadap Aktivis Pakar yang sedang melakukan peliputan di datangi massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun hingga pada penganiayaan terhadap Erlita Ida br Pandiangan," terang Atan sembari menjelaskan, bahwa kasus pengniayaan dialami Erlita Ida Boru Pandiangan telah dilaporkan ke Polrestabes Medan berselang satu hari setelah peristiwa penganiayaan tanggal 25 April 2022.

Namun sayang hingga sampai saat ini laporan korban (Erlita Ida Boru Pandiangan) belum ada perkembangan dari pihak Polrestabes Medan.


Tag: