Peristiwa

Kasus Penambangan Ilegal Madina, Enam Orang Ditetapkan Tersangka



Kasus Penambangan Ilegal Madina, Enam Orang Ditetapkan Tersangka
beritasumut.com/BS04
beritasumut.com -Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Satreskrim Polres Mandailing Natal (Madina) menetapkan enam orang tersangka dalam kasus penambangan ilegal di Kabupaten tersebut.

Seperti diketahui, akibat aktivitas tersebut menyebabkan 12 orang ibu-ibu meninggal dunia karena tertimbun longsor, saat melakukan penambangan untuk mencari emas di Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (28/04/2022) lalu.

"Enam tersangka ini merupakan penyidikan dua Laporan Polisi (LP) terkait aktivitas penambangan emas tanpa izin yang kemarin mengakibatkan 12 orang meninggal dunia," ungkap Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja di Mapolda Sumut, Rabu (18/05/2022).

Lebih lanjut Tatan menjelaskan, dari enam tersangka ini, tiga diamankan Polres Madina beberapa hari sebelum peristiwa longsor terjadi. Sedangkan tiga lainnya dimankan dari pengembangan kasus longsor maut tersebut.

"Dari peristiwa ini, kepolisian menetapkan tiga tersangka masing-masing baik sebagai pemilik lahan, pemodal dan penampung (hasil tambang)," jelasnya.


Tatan mengakui, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui bahwa aktivitas penambangan ilegal tersebut sudah berlangsung beberapa tahun lalu. Karena itu, tutur dia, kepolisian bersama pihak pemerintah akan melakukan sosialisasi bahaya penambangan ilegal untuk pencegahan peristiwa serupa dapat menimbulkan korban jiwa.

"Peristiwa itu terjadi karena kelalaian, tidak ada izin dan menggunakan cara yang salah," tuturnya.

Tatan membeberkan, dari keenam tersangka ini, dua di antaranya merupakan warga Sumatera Barat (Sumbar) dan empat warga Kabupaten Madina. Sedangkan tempat kejadian adalah lahan milik warga yang dijadikan lokasi penambangan rakyat secara tradisional.(BS04)


Tag: