Peristiwa

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Wujudkan Impian Warga Perlis Miliki Air Bersih



Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Wujudkan Impian Warga Perlis Miliki Air Bersih
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi wujudkan impian warga Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat yang sejak lama kesulitan air bersih. Lewat BUMD PDAM Tirtanadi dan bekerjasama dengan PDAM Tirta Wampu, pihaknya sukses mengaktifkan kembali sumur bor bekas pembangunan negara Belanda yang sudah 18 tahun terbengkalai. Momentum jelang peringatan HUT RI ke-76 itu menjadi berkah bagi warga Perlis.

Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut), Kabir Bedi mengatakan, perbaikan sumur bor tersebut dilakukan berdasarkan instruksi dari Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi. "Kita hadir di Desa Perlis karena instruksi dari Gubernur Sumatra Utara pak Edy Rahmayadi, menginstruksikan kepada PDAM Tirtanadi pada tanggal 21 Juli untuk mengecek terkait ketersediaan air bersih di Desa Perlis," ujar Kabir Bedi, Senin (16/08/2021).

Lebih lanjut Kabir mengatakan kalau perintah kepadanya setelah Gubernur Edy mendapatkan laporan dari Tokoh Ada Langkat soal keluhan warga Perlis yang kesulitan air bersih. "Jadi pak Gubernur mendapat laporan dari Datuk Tengku Candra, Kejuruan stabat, bahwa ada warga kita di Desa Perlis mengalami kesulitan mendapat air bersih," sambungnya.

Baca Juga : Gubernur Sumut Minta PDAM Tirtanadi Percepat Kejar Target Kebutuhan Air Minum Masyarakat

Setelah mendapat perintah dari Gubernur Sumatra Utara, pihak PDAM Tirtanadi berkoordinasi dengan PDAM Tirta Wampu untuk meninjau dan meneliti air dari sumur bor tersebut. Karena lokasinya di Kabupaten Langkat PDAM Tirtanadi selanjutnya berkoordinasi dengan PDAM Tirta Wampu. "Jadi setelah koordinasi kami bersama-sama meninjau ke desa perlis. Setelah kita ke lokasi, kepala desa menunjukkan sumur ex Belanda yang dibangun di akhir tahun 1800an," katanya.

Kabir menambahkan, sebenarnya ada dua sumur bor yang ada di Desa Perlis. Satu sumur buatan pemerintah Belanda dan satunya lagi buatan pemerintah daerah pada tahun 2018. Mereka pun memilih untuk mengaktifkan sukur bor peninggalan pemerintah Belanda. Sebelum melakukan pembersihan pipa, lanjut Kabir pihaknya terlebih dulu mengecek kondisi kedalam pipa dan juga memastikan kondisi airnya. "Setelah kami fungsikan kembali maka alhamdulillah pada tanggal 16 Agustus 2021 menyambut hari kemerdekaan, air ini sudah bisa kita berikan kepada masyarakat Desa Perlis," ucapnya.

Kembali beroperasinya Sumur Bor buatan Belanda tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Mereka mengaku sangat berterima kasih kepada Gubernur Sumur berserta jajarannya. Seperti yang disampaikan salah seorang warga bernama Risma. Risma mengaku senang karena dirinya cukup terbantu setelah beroperasinya sumur bor tersebut.

"Dulu kami beli air dari orang yang punya sumur bor, 1 jam Rp 6 ribu. Jadi sekarang enggak perlu beli lagi, sudah ada sumur bor ini. Kami senang sekali, terimakasih untuk pak Gubernur, wakil gubernur, Bupati dan Wakil bupati langkat, PDAM Tirtanadi dan PDAM Tirta Wampu karena telah membantu kami warga Desa Perlis untuk mendapatkan air bersih," kata Risma.

Baca Juga : Dirjen Cipta Karya Kementerian PU PR RI Programkan Lanjutan Pembangunan SPAM Tarutung Kapasitas 50 liter/detik

Senada itu, Kejuruan Stabat, Tengku Candra mengucapkan terimakasih khususnya kepada Gubernur Sumatera Utara dan beberapa pihak yang terlibat dalam perbaikan sumur bor tersebut. Dia berharap, ke depannya sumur bor ini dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan pemerintah Desa Perlis. "Setelah kita berdiskusi dengan pihak PDAM Tirtanadi dan Tirta wampu untuk pengoperasian air ini akan diserahkan kepada pihak Bumdes. Pihak desa akan berperan sangat efektif agar nanti kedepannya jangan lagi ada kendala di desa ini. Harapan kami ke depannya jangan ada lagi laporan-laporan masyarakat kepada Tirtanadi Sumut," tegasnya.

Kepala Desa Perlis, Junaidi Salin mengatakan, dia pun berharap ke depannya melalui sumur bor tersebut nantinya dapat dialirkan ke rumah-rumah warga oleh PDAM Tirta Wampu. "Terima kasih, air kami yang selama ini tidak memproduksi, dalam waktu 2 minggu sudah dapat digunakan masyarakat. Harapan kami air ini bisa digunakan seluruh masyarakat Desa Perlis, dan kami mohon agar ke depannya bisa dijadikan air PDAM di Desa Perlis ini, supaya warga tidak perlu repot-repot mengangkat air lagi," harapnya. (BS03)


Tag: