Peristiwa

Evakuasi Korban Longsor Terus Dilakukan, Berikut Identitas yang Berhasil Dihimpun Tim SAR Gabungan



Evakuasi Korban Longsor Terus Dilakukan, Berikut Identitas yang Berhasil Dihimpun Tim SAR Gabungan
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Tim SAR gabungan hingga saat ini masih fokus pada upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Data sementara dampak longsor adalah 5 orang meninggal dunia, 18 orang hilang dan 14 orang luka-luka. Semua korban sudah dikenali identitasnya. 18 orang yang hilang diduga tertimbun longsor dan  hanyut ke Sungai Cigunung.

 

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Polhut, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat belum bisa melakukan evakuasi terhadap korban dikarenakan medan yang sangat sulit. Yang masih dilaksanakan adalah penyisiran sepanjang sungai untuk mencari korban hanyut lainnya.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho pada Kamis (22/02/2018), menyebutkan sesuai dengan prosedur, pencarian akan dilakukan selama 7 hari. "Jika belum ditemukan maka akan dilanjutkan 7 hari berikutnya. Tidak mudah mencari korban tertimbun longsor karena kondisi lapangan. Kendalanya adalah adanya potensi longsor susulan, material tanah gembur, luas, tebal dan cuaca yang berpotensi hujan. Pencarian dilakukan secara manual. Alat berat belum dapat digunakan. Pencarian akan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Jika gelap, apalagi hujan maka pencarian akan dihentikan sementara," jelasnya.

 

Adapun identitas korban longsor dari 5 meninggal dunia, 18 orang hilang dan 14 luka-luka, dijabarkan sebagai berikut. 5 korban meninggal dunia yaitu pertama, Hj Karsini (56) warga Dk Cogreg RT 02 RW 02 Desa Pasirpanjang. Kedua, Casto (48) warga Dk pabelokan Bentarsari, Salem, profesi Pedagang. Ketiga, B Wati (80) Petani, warga Dusun Johogan Desa Pasirpanjang. Keempat,  Radam (59) warga Cikokol Jipang Bantarkawung. Kelima, Kiswan (45) Desa Pasirpanjang.

 

Sementara 14 korban luka-luka dan dirawat yaitu, Dadang (45) warga Ds Pasirpanjang, Wartiah (50) warga Ds Pasirpanjang, Minarto (50) warga Ds  Pasirpanjang, Anto (38) warga Ds Bentar, Caski (50) warga Ds Pasirpanjang, Eri Pujiarti (50) warga Ds Pasirpanjang, Wati (37) warga Ds Pasirpanjang, Mulyono (50) warga Ds Pasirpanjang, Turti (46) warga Ds Pasirpanjang, Kartoyo (69) warga Ds Pasirpanjang, Azam (45) warga Ds Pasirpanjang, Dasri (47) warga Ds Wanoja, Indi (19) warga Ds Bentar, Durti (60) warga Ds Bentar. 

 

Sedangkan 18 korban yang masih dinyatakan hilang dari Desa Pasirpanjang yaitu Rasminah, Turkiah, Haryanto, Daswa, Tarsinah, Sujono, Kuswanto, Suwiryo, B Sarmah, B Darsip, dan Tewol. Dari Desa Bantar yaitu Rustam, Ajid. Dari Desa Pabuaran dan Salem yaitu B Casti dan Wahyu. Terakhir dari Desa Ciputih yaitu Marsui, Wartinah, dan Warnoto.

 

"Data sementara ini dapat berubah-ubah disesuakan kondisi di lapangan. Data orang hilang berdasarkan laporan warga sekitar di Kecamatan Salem," pungkas Sutopo. (Rel)


Tag: