Peristiwa

Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme, Divhumas Polri Gelar FGD di Deli Serdang



Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme, Divhumas Polri Gelar FGD di Deli Serdang
BERITASUMUT.COM/BS05
Menurutnya, preventif straight atau penindakan untuk pencegahan merupakan tindakan kepolisian yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018. "Polri bisa menangkap orang yang telah memenuhi kategori seorang teroris. Sebelum lahirnya undang-undang tersebut, Polri tidak bisa melakukan penangkapan sebelum para orang tersebut melakukan tindakan terorisme," tutur perwira dengan pangkat tiga melati emas di pundak tersebut.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, Ahmad menerangkan Polri berhasil mengungkap aliran dana yang digunakan jaringan teroris di Indonesia. Para teroris itu bisa memiliki dana operasional dengan menyebar kotak amal ditengah-tengah masyarakat. "Hal itu bisa kita buktikan dengan pengungkapan ribuan kotak amal di Sumut beberapa bulan lalu yang digunakan sebagai pembiayaan kegiatan jaringan teroris," terangnya.

Ahmad menambahkan, Polri tidak melarang masyarakat untuk beramal dengan menyisihkan rizki yang dimiliki. Akan tetapi, perlu dingat dan dipahami masyarakat harus mengetahui nantinya uang yang disumbangkan digunakan untuk umat.

Baca Juga : Pro Aktif Tangkal Radikalisme dan Terorisme, USU Tandatangani MoU dengan BNPT dan PTPN

"Jangan sampai uang yang diberikan untuk beramal malah disalahgunakan untuk pendanaan jaringan teroris. Sebaiknya sumbangan itu disalurkan kepada kelompok atau yayasan yang jelas dan sudah terdaftar di pemerintah," tambahnya. (BS05)


Tag: