Peristiwa

Webinar di Simalungun Bahas Bahaya Pornografi di Ruang Digital



 Webinar di Simalungun Bahas Bahaya Pornografi di Ruang Digital
beritasumut.com/ist

beritasumut.com -Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung, Senin (06/09/2021), dilaksanakan di Kabupaten Simalungun.

Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi empat kerangka digital yakni KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H Edy Rahmayadi, dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.


Tema besar webinar BAHAYA PORNOGRAFI DAN PELECEHAN SEKSUAL DI RUANG DIGITAL oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Pembahasan tentang pornografi Pornografi berasal dari kata Yunani yaitu “porne” yang berarti pelacur dan “grape” yang berarti tulisan atau gambar. Jadi pengertian pornografi sebenarnya lebih menunjuk pada segala karya baik yang dituangkan dalam bentuk tulisan atau lukisan yang menggambarkan pelacur. Ada beberapa bentuk-bentu porno antara lain, pornografi, pornoteks, pornosuara, dan pornoaksi.

Bahaya pornografi untuk perkembangan anak ialah PFC adalah bagian otak yang paling rentan mengalami kerusakan. Jika PFC rusak maka kepribadian orang bisa berubah. Rusaknya PFC bisa diakibatkan oleh benturan fisik, bisa juga oleh zat kimia seperti Narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) yang menyumbang kerusakan PFC paling besar adalah Pornografi yang bisa disebut juga Narkolema (Narkotika Lewat Mata).

Dampak dari pornografi untuk perkembangan otak anak antara lain, kerusakan struktur otak, sulit untuk berfikir jernih, kecanduan, memicu depresi dan kecemasan, pendidikan tergangu, kurang sensitif terhadap rangsangan seksual, meningkat risiko seks untuk usia dini, dan meningkat sikap agresif hingga kekerasan seksual.

Hal yang harus dilakukan untuk membatasi anak mengakses konten pornograsi antara lain, letakkan komputer atau gawai di ruangan yang mudah diawasi, batasi akses Internet ke situs porno dan situs-situs terlarang lainnya, batasi waktu anak bermain gawai (padanan gadget atau perkakas), ajak anak bermain di luar rumah tanpa internet maupun gawai, dan berikan contoh yang baik dan benar.(rel)


Tag: