Peristiwa
Modus Baru Penipuan

Mengaku Mahasiswa, Penipu Berhasil Bawa Kabur Uang Rp 3 Juta



 Mengaku Mahasiswa, Penipu Berhasil Bawa Kabur Uang Rp 3 Juta
beritasumut.com/BS06

beritasumut.com -Sejak wabah pandemi Covid -19 banyak bantuan disalurkan untuk warga kurang mampu di Medan. Namun situasi itu dimanfaatkan komplotan penipu, kerap berkeliaran pingigiran daerah Kota Medan untuk mencari korbannya.

Kali ini, seorang pelaku penipu mengaku mahasiswa yang sedang mencari penerima bantuan itu, berhasil membawa kabur uang tunai Rp 3 juta milik warga.

Kepada wartawan, korban Hendrik (68) warga Tembung, Pasar IX, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjelaskan, kejadian itu terjadi saat korban hendak membeli bensin sebanyak 300 liter untuk pekerjaannya di SPBU Jalan Letda Sujono, tepatnya samping Titi Sewa, Minggu (17/10/2021) sore.

Dengan mengendarai sepeda motor dan membawa 5 buah jerengen besar untuk membeli bensin.

Namun saat melintas di Pasar Gambir Pasar VII, Tembung, korban dipanggil pelaku yang mengaku mahasiswa yang sedang mencari warga untuk menerima bantuan sembako.

"Tiba di Pasar Gambir, Pasar VII, saya dipanggil pelaku, bapak mau bantuan, katanya, saya dari mahasiswa mencari orang-orang berumur untuk menerima bantuan, kalau bapak mau mari kita ke Indomaret depan SPBU dekat titi sewa," ucap korban.

Merasa tertarik, korban pergi mengikuti pelaku yang mengendarai sepeda motor Fino. Namun sebelum sampai di Indomaret, hujan turun dan membuat Jalan Letda Sujono banjir, pelaku meminta kepada korban untuk membeli mantel agar tidak basah terkena hujan.

Korban kemudian menuruti dan membeli mantel yang dijajakan pedagang tak jauh dari Titi Sewa. Setelah membeli mantel, pelaku dan korban melanjutkan perjalanan ke Indomaret depan SPBU Titi Sewa.

Setiba di Indomaret, pelaku menyarankan agar uang korban jangan dibawa, nanti bisa ketahuan jika korban memiliki uang dan tidak bisa menerima bantuan yang akan disalurkan pelaku.

"Karena dibilangnya, uang jangan dibawa, jadi uang itu saya selipkan ke dalam mantel jas hujan dan saya titipkan ke kasir Indomaret. Pas menitip mantel itu, dia ikut dan di samping saya," terang korban.

Setelah mantel berisi uang Rp 3 juta dititip pada kasir, pelaku mengambil keranjang belanjaan dan mengajak korban untuk memasukkan beras 1 karung, gula pasir dan minyak makan ke dalam keranjang.

Setelah belanjaan itu masuk ke dalam keranjang, tiba-tiba pelaku menerima telepon dari kawannya dan mengatakan sebelum sembako diberikan, korban harus memphoto KTP nya sebagai bukti telah menerima bantuan.

Alasan sebagai bukti penerima bantuan, pelaku meminta korban untuk mepotocopy kan KTP nya. "terus dia bilang kepada saya, ikuti ibu yang baru keluar itu, dia juga mau potocopy KTP- nya," beber korban.

Tanpa curiga korban kemudian mengikuti seorang ibu-ibu yang baru belanja dna keluar dari indomaret.

Begitu korban keluar, pelaku juga berpura pura iktu keluar mencari photocopy. Hingga korban sampai di simpang Jalan Padang, korban tersadar pelaku tidak berada di belakangnya. Kemudian korban balik ke Indomaret untuk mengambil jas hujan dan uangnya.


Tag: