Pendidikan

Kemenpora-BNPT Latih Ribuan Pemuda Jadi Agen Anti Radikalisme



Kemenpora-BNPT Latih Ribuan Pemuda Jadi Agen Anti Radikalisme
BERITASUMUT.COM/IST
Hendri juga mewaspadai penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui dunia maya di saat Pandemi Covid 19. Menurutnya, dunia maya saat ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang rekrutmen anggota, tetapi juga untuk menggalang pendanaan gerakan terorisme.

“Mereka melakukan perang psikologis, melakukan propaganda berbagai isu melalui jejaring dunia maya. Saat pandemi ini, masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah, maka sebagian besar waktunya akan berada di dunia maya. Ini yang menjadi perhatian kita semua agar tidak justru terpapar gerakan radikalisme, terutama generasi milenial yang tidak bisa lepas dari internet,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama, Mohammad Nuruzzaman menyatakan bahwa terorisme di Indonesia menjadi ancaman serius karena anasir dari organisasi-organisasi radikal masih ada. Menurutnya, untuk menangkal penyebaran ideologi terorisme di tengah-tengah masyarakat, harus dilakukan penguatan civil society, dengan melakukan pembinaan dan penyadaran kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang kerap Kali menjadi target rekrutmen anggota teroris.

Baca Juga : Pemkab Asahan Gelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme

“Pemuda khususnya, harus memahami betul bahwa gerakan dakwah yang dilakukan oleh organisasi-organisasi radikal, tidak sepenuhnya dakwah, tapi lebih pada gerakan politik dengan memanfaatkan isu-isu agama dengan pemahaman yang sempit, gerakan intoleran yang menganggap bahwa selain kelompoknya adalah salah,” tegasnya.


Tag: