Olahraga

Ricky Togu Hamonangan, Petinju Muda Harapan Sumut



Ricky Togu Hamonangan, Petinju Muda Harapan Sumut
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Petinju pendatang baru asal Medan, Ricky Togu Hamonangan berhasil meraih gelar petinju favorit se-Sumut dalam ajang Kejuaran Daerah (Kejurda) tinju amatir antar pelajar se-Sumut memperebutkan Piala Gubsu HT Erry Nuradi yang berlangsung di GOR Mini Disporasu Jalan Willem Iskandar Medan, 17-20 Mei, lalu.

 

Tidak hanya itu saja, pelajar SMK Yayasan Perguruan Marisi Medan ini juga menyumbangkan medali emas bagi kontingen Medan yang bertarung di kelas 54 kg putra kategori junior. Pada babak penyisihan Ricky dengan mudah mengkandaskan perlawanan Tri Nugraha Basri (Tebingtinggi) dengan menang TKO pada ronde pertama. Selanjutnya, anak pertama dari dua bersaudara dalam partai semifinal menang angka atas Khairul (Asahan). Ricky dengan penuh percaya diri sukses menghentikan perlawanan Wahyuda (Sergai) dengan menang angka pada partai final.

 

Sebelum Kejurda dimulai, panitia menetapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk terpilih menjadi petinju terbaik, petinju favorit, dan petinju harapan. Pada akhir kejuaraan, terpilihlah Ricky Togu Hamonangan (petinju favorit). Beberapa persyaratan sebagai petinju favorit, di antaranya harus berhasil merebut medali emas (juara), memiliki teknik dan taktik yang prima, memiliki fisik yang stabil dan akumulasi menyerang dan bertahan yang baik, memiliki mental juara. Semua persyatan tersebut mampu dipenuhi Ricky.

 

Sepak terjang petinju yang dilahirkan di Medan ini terbilang masih muda. Namun, darah tinju yang mengalir dari sang ayah, Togap Marbun yang merupakan petinju yang berasal dari sasana Rajawali Medan mampu membuatnya tampil menawab. Petinju kelahiran 31 Agustus 2001 ini diprediksi bakal mengikuti jejak orang tua mengharumkan Kota Medan di kancah tinju tingkat regional, nasional maupun internasional.

 

Petinju asal sasana Pertina Medan ini membuktikannya di atas ring, untuk bisa memenuhi kriteria sebagai persyaratan menjadi petinju favorit. Kejuaraan tinju pada Porwil Kota Medan III/2017 dan Popkot Medan I/2017 dijadikan untuk menambah pengalaman dan jam terbang untuk bertarung di Kejurda tinju Piala Gubsu.

 

"'Tinju Piala Gubsu merupakan pengalaman pertama dalam ajang Kejurda. Hasil yang diraih tidak akan cepat berpuas diri, justru dijadikan cambuk untuk berlatih lebih serius, sehingga apa yang raih sekarang merupakan dari hasil dari latihan keras selama ini dan persiapan diri untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya," jelas Ricky di Medan, Minggu (28/05/2017).

 

Ia menjelaskan tinju bukanlah sekadar melayangkan pukulan kepada lawan di atas ring, tinju merupakan sebuah seni pertarungan. Selain itu, tinju juga dapat menarik minat anak-anak muda untuk menyalurkan energi berlebih ke hal positif. Ia pun menyayangkan sedikitnya jumlah kejuaraan tinju amatir yang masih sedikit di Sumut.

 

“Untuk kedepannya kejuaraan tinju amatir diperbanyak lagi sehingga dapat menambah jam terbang dan pengalaman serta mendorong petinju amatir ke kompetisi nasional dan internasional,” pungkasnya.(BS03) 

 


Tag: