Kesehatan

YPI Khawatirkan Kasus Anak di Indonesia Merokok, Ada Lebih dari 60 Juta



YPI Khawatirkan Kasus Anak di Indonesia Merokok, Ada Lebih dari 60 Juta
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI

Beritasumut.com - Prevalensi jumlah perokok anak dari tahun ke tahun menunjukan angka yang cukup mengkhawatirkan dan peningkatan.Sesuai data riskesdas Kemenkes tahun 2013, prevalensi perokok anak di usia 15 tahun ke bawah ada 7,2%, tahun 2016 meningkat menjadi 8,8% dan tahun 2018 sebanyak 9,1%.

Dari data itu, artinya diperkirakan lebih dari 60 juta anak melakukan aktivitas merokok di Indonesia. Padahal rokok tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Tantangan untuk menurunkan jumlah perokok anak harusnya bukan hanya dilakukan dari iklan promosi dan sponsor rokok saja, tetapi kalangan internal sendiri termasuk Orangtua dan tenaga pengajar juga harus melakukannya.

Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) yang konsen terhadap perlindungan kesehatan anak sendiri melihat, di banyak sekolah juga belum memiliki komitmen bersama untuk menurunkan angka perokok anak. "Masalah perokok anak harusnya menjadi masalah serius di tataran lembaga pendidikan, apalagi kita harus mencapai target Indonesia emas di tahun 2024 ini," ungkap Koordinator program Tobaco Control YPI, Elisabet Juniarti kepada wartawan, Senin (03/05/2021).

Baca Juga : Kendalikan Konsumsi, Pemerintah Naikkan Cukai Rokok Terhitung 1 Februari 2021

Elisabeth menjelaskan, YPI telah mengapresiasi sekolah yang sudah menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun dia menyayangkan masih ada juga sekolah yang belum melakukan itu, bahkan masih menemukan guru yang merokok di sekolah.


Tag: