Kesehatan

Kasus Malaria di Medan Meningkat Dalam Tiga Tahun Terakhir



Kasus Malaria di Medan Meningkat Dalam Tiga Tahun Terakhir
beritasumut.com/ilustrasi

beritasumut.com - Selama rentang waktu tiga tahun terakhir, angka kasus penyakit malaria di Kota Medan mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan dr Pocut Fatimah Fitri menyebutkan, peningkatan kasus akibat gigitan nyamuk tersebut salah satunya karena mobilisasi penduduk baik dari Medan maupun ke luar Medan.

"Iya (kasusnya) naik. Tapi kasusnya ini kebanyakan datang dari penduduk luar Medan yang berkunjung ke Medan," katanya, Kamis (29/09/2022).

Pocut menjelaskan, warga luar Medan yang berkunjung ini contohnya dari Tanjungbalai, Deliserdang, Simalungun, Jawa Tengah, Semarang, Asahan, Labuhanbatu Selatan, Aceh, Humbang Hasundutan, Papua, Kisaran, Riau, Batubara.

Sebab dia menyebutkan, kasus malaria pada 2020 hanya 13 orang, tahun 2021 naik menjadi 31 kasus, tahun 2022 naik kembali ke 87 kasus (lagi berjalan).

"Namun kasus malaria ini tidak ada menelan korban jiwa selama tiga tahun ini," jelasnya.

Pocut membeberkan, tiga warga Kecamatan, yakni Medan Deli, Medan Amplas, Medan Helvetia terkena malaria karena berkunjung ke luar daerah, sisanya dari luar Medan (10 kasus).

Di tahun 2021, empat warga masing-masing dua orang dari Kecamatan Johor serta Medan Baru dan Medan Selayang terkena malaria saat berkunjung ke luar daerah. Sedangkan 27 orang lainnya dari luar Medan.

"Tahun 2022 belum lengkap datanya, karena di Sistem Informasi Malaria (Sismal) tidak kelihatan, dan rumah sakit rujukan masih ada yang belum mengirimkan datanya," terangnya.


Tag: