Kesehatan

Antusias Masyarakat Untuk Booster Masih Rendah



Antusias Masyarakat Untuk Booster Masih Rendah
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bahwasanya jika ingin melakukan mudik pada lebaran Idul Fitri tahun ini, harus diiringi dengan syarat telah mendapatkan vaksin booster atau dosis ketiga.

Namun bagi masyarakat yang belum, pemudik dengan vaksin dosis lengkap (I & II) diwajibkan melampirkan hasil negatif tes antigen, serta pemudik dengan vaksin dosis pertama, diwajibkan melampirkan hasil negatif dari tes PCR.

Terkait dengan syarat mudik ini, ditanggapi beragam oleh masyarakat. Apalagi capaian vaksinasi booster di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sendiri sejauh ini juga tergolong masih rendah.

Salah seorang warga Medan, berinisial A mengaku syarat itu dinilainya terlalu memaksakan. Kendati begitu, bila memang mengharuskan, mau tidak mau dia akan mengikuti vaksinasi booster jika nantinya memang akan melakukan mudik.

"Padahal vaksin wajib itu kan dosis lengkap. Tapi kalau memang nanti harus mudik, ya ikut juga la vaksin booster," ucapnya, Jumat (25/03/2022).

Sementara itu warga Medan lainnya berinisial I, mengaku enggan untuk mengikuti vaksin booster. Karena kata dia, meski telah mendapat vaksin dosis lengkap, dirinya masih bisa terpapar Covid-19.

"Saya sudah vaksin lengkap tapi masih kena Covid-19 juga. Jadi untuk apa ikut vaksin booster," ujarnya.

Disinggung soal kebijakan pemerintah yang memberlakukan syarat vaksin booster bagi pemudik, dia beranggapan hal itu tidak menjadi masalah bagi dirinya. Karena, pada tahun ini dia memang tidak berencana melakukan mudik.

"Tahun ini saya tidak mudik, jadi ya nggak usah ikut booster," sebutnya.

Sedangkan warga lainnya Syahril, menilai syarat yang dikeluarkan pemerintah tersebut cukup baik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia pun mengaku, jika dirinya memang telah mengikuti vaksinasi booster.

"Memang banyak teman-teman yang belum mau mengikuti booster. Salah satunya ada yang bilang karena jenis vaksinnya bukan Sinovac. Kalau Sinovac dampak pasca vaksinnya (demam) lebih ringan," jelasnya.


Tag: