Hiburan

Film Invisible Hopes Angkat Sisi Kehidupan Perempuan Hamil dan Anak di Penjara



Film Invisible Hopes Angkat Sisi Kehidupan Perempuan Hamil dan Anak di Penjara
BERITASUMUT.COM/IST
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Lam Horas Film dan seluruh pihak yang mendukung film ini. Kemen PPPA tidak bisa bekerja sendiri, disinilah pentingnya keterlibatan seluruh pihak, mulai dari organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, maupun dunia perfilman terhadap isu perempuan dan anak, apalagi dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia,” jelas Nyimas.

Kemen PPPA telah berupaya melindungi perempuan dan anak, mulai dari mengeluarkan kebijakan terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kemen PPPA juga sudah menjalankan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial, melalui pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, seperti kebutuhan reproduksi saat menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui.

“Kebutuhan spesifik inilah yang harus dipastikan terpenuhi dalam kondisi apapun, apalagi dalam kondisi rentan. Begitu juga dengan pemenuhan gizi anak, di waktu emas pertumbuhan anak, mereka sangat membutuhkan pemenuhan gizi untuk pertumbuhan tubuh, perkembangan otak, dan lainnya,” terang Nyimas.

Baca Juga : Ibu Hamil Rentan Infeksi Covid-19, GTPP Sumut Berbagi 5 Langkah Pencegahan

Lebih lanjut, Nyimas menuturkan untuk menindaklanjuti Perpres Nomor 8 Tahun 2014, saat ini Kemen PPPA juga sedang menyusun Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS) yang ditargetkan selesai tahun ini. Film Invisible Hopes akan menjadi masukan penting dalam mengakomodasi penyusunan RAN P3AKS.


Tag: