Ekonomi

Utang PT Krakatau Steel Capai Rp.45 Triliun, Rudi Hartono Bangun Minta Dirut Lakukan Perbaikan Jajaran Internal Direksi



Utang PT Krakatau Steel Capai Rp.45 Triliun, Rudi Hartono Bangun Minta Dirut Lakukan Perbaikan Jajaran Internal Direksi
BERITASUMUT.COM/IST
Rudi Hartono Bangun.
Beritasumut.com-Berdasarkan laporan kinerja keuangan PT Krakatau Stell (KS) 2021 dalam waktu 2 tahun di bawah Dirut baru mencatatkan laba bersih Rp.800 Miliar sampai Rp.1 Triliun. Meski begitu, utang PT KS hingga saat ini mencapai Rp.45 Triliun.

Terkait hal itu, Rudi Hartono Bangun SE MAP dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan PT Krakatau Stell di Gedung DPR RI, awal pekan ini, menegaskan bahwa PT KS perlu ada perbaikan dalam jajaran direksi internal.

“Jika saya lihat rasio utang terhadap modal PT Krakatau Stell tercatat 789 %, artinya tidak sehat/tidak beres keuangannya alias mau bangkrut, sama seperti yang pernah disebutkan Pak Menteri BUMN Erick Thohir. Dan artinya selama 8 tahun kebelakangan, Direksi lama sudah membuat dan meninggalkan utang besar PT KS untuk rakyat Indonesia dan buat bangkrut PT KS dan utangnya saat ini Rp.45 T, walaupun tadi dipaparkan dirut baru sudah dicicil Rp 3 Triliun,” ungkap Politisi Partai NasDem ini.


Baca Juga : Dukung Pelaku Industri Kreatif, Pemko Medan Akan Bangun Taman Budaya


Lebih jauh, Politisi asal Langkat ini menjelaskan jika Pt KS selama 8 tahun kebelakangan kinerjanya tidak pernah menghasilkan laba dan deviden untuk negara dan rakyat malahan selama 8 tahun kebelakang banyak meninggalkan utang dan banyak proyek yang dihentikan dan terbengkalai. Padahal, katanya, PT KS ini adalah BUMN baja kebanggaan Indonesia. "Ini rekor utagnya sudah dibawa Garuda yang hampir Rp.100 Triliun utang yang ditinggalkan direksi lama," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, kepada jajaran Direksi PT KS yang hadir, Rudi mempertanyakan pertanggugjawaban suntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dari negara sebesar Rp.2 Triliun yang sudah diterima PT KS selama ini digunakan dan dialokasikan untuk apa? "Karena setelah diterima oleh direksi sampai saat ini kami di DPR RI belum mendapat penjelasan uang rakyat itu digunakan untuk apa saja di PT KS?" tanyanya.


Tag: