Ekonomi

Bupati Humbahas Saksikan Penandatanganan PKS Food Estate Pola Kemitraan Investor



Bupati Humbahas Saksikan Penandatanganan PKS Food Estate Pola Kemitraan Investor
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor SE menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Petani dengan Investor yang dilaksanakan di Kawasan Food Estate Desa Riaria, Kecamatan Pollung.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para investor yang saat ini sudah melaksanakan Perjanjian Kerjasama dengan para petani di Food Estate. "Perjanjian kerjasama ini perlu kita sukseskan bersama, kalau ini berhasil petaninya bangga dan pengusahanya pun senang," ungkap Bupati dilansir dari laman humbahas, Minggu (27/06/2021).

Baca Juga : Langgar Prokes, Polsek Medan Area Bubarkan Kerumunan Warga di Cafe Jalan Asia

Dengan kerjasama ini maka masing-masing pihak akan menghargai usaha dan kerja keras mereka, dengan demikian kegagalan akan diminimalisasi karena mempertaruhkan modal dan tenaga para pihak. Total percontohan ini ada 8,5 ha dengan enam petani dan 3 investor. Semua modal dimulai dari offtaker dan hasilnya akan dibagi bersama sebagaimana dalam perjanjian. "Para petani kita tentu untungnya akan lebih besar dari para investor," jelasnya.

"Tadi saya sudah cabut kentang Indofood, delapan belas biji hasilnya perbatang. Kalau kita kemarin panen waktu pak Menko Marves datang di Bulan Maret kemarin, hasilnya kadang-kadang enam atau lima atau delapan, maksimal delapan biji. Kalau kentang Indofood yang ada di Desa Riaria ini bisa menghasilkan satu batang satu setengah kilo lebihlah hasilnya.Kalau Jagung, tidak usah diragukan lagi sudah biasa kita tanam jagung, tinggal nanti perlakuannya diikuti," papar Bupati.

Pemerintah Pusat, lanjut Bupati, terutama Presiden RI, Joko Widodo sangat serius untuk keberhasilan Food Estate. Setelah melihat hasil penanaman kentang Indofood sudah tidak ada keraguan lagi akan keberhasilan Food Estate di Desa Riaria.

"Kedepan pembagian kerja dan komitmen sangat dibutuhkan. Pemerintah nanti mengurusi infrastruktur, seperti jalan, irigasi, alsintan dan pendampingan. Urusan petani laksanakan sesuai SOP dan urusan offtaker menampung semua hasi panen dan memberikan pendampingan serta urusan perbankan memberikan permodalan, jadi masing-masing memiliki urusan sendiri," jelas Bupati.

Dalam laporannya, Manager Lapangan Food Estate Dr. Van Basten Panjaitan menyampaikan bahwa terkait dengan penugasan Menko Marves, ada empat tugas besar, pertama mengkoordinasikan pengembangan Food Estate, pembentukan Tim Operasional, Pengembangan Kelembagaan dan mengkomunikasikan petani dan offtaker.

"Saat ini kita laksanakan pengembangan Food Estate dengan melaksanakan kemitraan dengan para investor dalam rangka pertanaman Demonstration Plot (Demplot) bersama para petani. Dengan pertanaman demplot ini nanti akan bisa memberi percontohan kepada petani karena disana nanti akan dilaksanakan beberapa pertanaman dengan varian teknologi. Dengan memplot-plot pertanaman ini nanti akan dipilih mana yang terbaik dan paling tepat untuk dikembangkan di Food Estate," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Parnaraya Yustus menyampaikan terimakasih jika diberikan kesempatan mendukung program pemerintah untuk turut serta mensejahterakan masyarakat. "Kami berharap agar semua pihak mendukung dan mensukseskan program Pengembangan Food Estate," pungkasnya.(BS09)


Tag: