PT KAI Tetap Berlakukan Sewa Lahan Kepada Pedagang Buku


PT KAI Tetap Berlakukan Sewa Lahan Kepada Pedagang Buku
Google

Medan, (beritasumut.com) PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetap memberlakukan sewa lahan bagi pedagang buku di Jalan Pegadaian, Medan, Sumatera Utara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2007 Tentang Prasarana Kereta Api.

"Sesuai UU tersebut, status lahan di Jalan Pegadaian milik Pemerintah Pusat, PT KAI hanya penyelenggara sarana perkerataapian," kata Kepala Bagian Hukum PT KAI Divre I Sumut-Aceh Yudhi dalam rapat gabungan Komisi A, C dan D DPRD Kota Medan di Ruang Paripurna DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Senin (11/02/2013).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum didampingi Sekretaris Ferdinand Lumban Tobing, Ketua Komis C A Hie dan Ketua Komisi A Burhanuddin Sitepu itu juga dihadiri Asisten II Ekbang Pemko Medan Qamarul Fattah, Kadis Perumahan dan Pemukiman Gunawan Surya Lubis, perwakilan Dinas Tata Ruang Tata Bangunan, Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka (Aspeblam).

Diungkapkan Yudhi, semula MoU antara Pemko Medan PT KAI, pedagang buku dipindah ke lapangan milik PT KAI di Mandala. Namun belakangan beralih ke Jalan Pegadaian, menyusul alasan pedagang kalau lahan di Mandala tidak strategis. Pemko lantas mengajukan permohonan tertulis ke PT KAI agar memberi izin pemakaian lahan di Jalan Pegadaian.

Sementara itu Kepala Divre PT KAI Sumut-Aceh Nasir mengatakan, sesuai kesepakatan, pihaknya hanya memberi tenggang selama 1 tahun  untuk menempati halan tersebut kepada pedagang secara gratis, selebihnya sewa dengan tarif sesuai nilai jual objek pajak (NJOP).

"Luas lahan di Jalan Pegadaian 1.140 meter persegi dengan NJOP Rp6.159.000. Itu artinya sewa lahan Rp595 per meter per hari. Tarif tersebut baseline atau paling bawah. Bukan komersil," jelas Nasir seraya mengatakan tahun pertama, pedagang buku tidak dipungut sewa lahan. Selanjutnya sewa hingga lima tahun pertama, jika habis bisa diperpanjang.

Dalam kesempatan tersebut Kadis Perkim Kota Medan Gunawan Surya Lubis menyebutkan, dana pembangunan 180 kios pedagang buku di Jalan Pegadaian, diambil dari anggaran pembangunan sky bridge. Pembangunan sky bridge sendiri sudah ditenderkan 24 Agustus 2012.

"Pembangunannya memakai dua tahun anggaran. Pertama Rp8 miliar lebih, kedua Rp9 miliar lebih. Totalnya hampir Rp18 miliar," paparnya seraya menyebutkan, untuk Tahun Anggaran 2013 belum ditenderkan.

Untuk pembangunan 180 kios, anggarannya sebesar Rp1,8 miliar diambil dari anggaran pembangunan sky bridge. Dengan begitu, anggaran pembangunan per kios sebesar Rp10 juta.

Sedangkan untuk sewa kios, dijelaskan Asisten II Ekbang Qamarul Fattah, tahun pertama pedagang tidak dikenai sewa kios termasuk retribusi kebersihan, keamanan dan listrik. "Tahun kedua dan seterusnya kita evaluasi apakah pedagang secara penjualan sudah mampu membayar retribusi termasuk sewa kios," tukasnya. (BS-001)

Tag: