Tersangka Aborsi di Klinik Budi Mulia Terancam Hukuman 10 Tahun


Tersangka Aborsi di Klinik Budi Mulia Terancam Hukuman 10 Tahun
Beritasumut.com/Ilustrasi
Ditangkap Polisi
Beritasumut.com-Para tersangka aborsi di Klinik Budi Mulia, Jalan Medan-Binjai, Km 13, 5, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang yakni L Boru Harahap (21), mahasiswi Universitas Panca Budi, Medan, yang menggugurkan kandungannya, dr JS sebagai pelaku aborsi dan dr ES pemilik klinik dan penyedia peralatan serta bidan RADL. 

"Tersangka dijerat Undang-undang (UU) No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 75 junto Pasal 194 dan atau Pasal 349 junto 348 KUHPidana ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Selasa (10/05/2016).

Sebelumnya, Subdit III/Umum Dit Reskrimum Polda Sumut menggerebek Klinik Budi Mulia di Jalan Medan-Binjai Km 13,5, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, karena dijadikan praktik aborsi, Senin (09/05/2016) pagi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, dalam penggerebekan itu seorang wanita pasien aborsi yang merupakan mahasiswi bersama dua dokter masing pelaku aborsi, dr JS dan dr ES pemilik klinik dan penyedia peralatan serta bidan RADL.

Biaya aborsi disepakati Rp 2 juta dan pasien disarankan untuk opname. Tersangka dr JS telah lebih kurang 30 kali melakukan aborsi dalam kurun waktu selama satu tahun. Klinik tersebut sudah beroperasi sejak 2013 lalu.

Dalam penggerebekan itu petugas Polda Sumut mengamankan dua oknum dokter dan seorang wanita yang menggugurkan kandungannya. Polisi juga mengamankan plang klinik Budi Mulia, Budi Mulia 2, dua kasur berikut tempat tidurnya dan peralatan untuk melakukan aborsi.(BS04)

Tag:Klinik